Ngantor dan Berbisnis

Photobucket

12.06.2008

Arti Sahabat

Tidak ada teman yang abadi, tidak ada musuh yang abadi. Yang ada hanya kepentingan yang abadi. Pernahkah kita mendengar Motto di atas ini?
Dasar persahabatan mereka bukan karena Allah, tetapi karena kepentingan duniawi. Berupa ambisi untuk mendapatkan kekuasaan, harta dan sebagainya dengan tidak memperdulikan apakah cara yang mereka lakukan diridhoi Allah, sesuai dengan aturan-aturan Islam ataukah tidak.
Sesuai dengan firman Allah dalam surat Az-Zukhruf 67, artinya: “teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang bertakwa. adapun orang-orang bertakwa, persahabatan mereka akan langgeng sampai di alam akhirat, karena didasari lillah dan fillah". Yaitu cinta karena Allah.
Maka dari itu wahai teman-teman Bunda, apakah kita berteman karena ikhlas ataukah karena pamrih.
Ada khan teman yang tega nusuk dari belakang atau menggunting dalam lipatan? Atau ada juga jenis teman yang hanya mau mengaku kita sebagai teman jika kita sedang berduit, tapi saat kita bokek atau bangkrut boro-boro inget deh. Melengos saja dia.
Nah berhubung banyak jenis-jenis teman, sebaiknya kita introspeksi diri saja apakah kita sudah menjadi teman yang baik untuk teman kita.
Al-Imam Ibn Qayyim rahimahullah menjelaskan dalam kitab Zaadul Ma’ad juz ke-4 hal 249 : “Diantara kecintaan terhadap sesama muslim ada yang disebut mahabbatun linaili gharadlin minal mahbud, yaitu suatu kecintaan untuk mencapai tujuan dari yang dicintainya, bisa jadi tujuan yang ingin ia dapatkan dari kedudukan orang tersebut, atau hartanya, atau ingin mendapatkan manfaat berupa ilmu dan bimbingan orang tersebut, atau untuk tujuan tertentu; maka yang demikian itu disebut kecintaan karena tendensi. Atau karena ada tujuan yang ingin dicapai, kemudian kecintaan ini akan lenyap pula seiring dengan lenyapnya tujuan tadi. Karena sesungguhnya, siapa saja yang mencintaimu dikarenakan adanya suatu keperluan, maka ia akan berpaling darimu jika telah tercapai keinginannya”. Hal seperti inilah yang sering dialami dalam kehidupan kita.
Yuk kita muhasabbah sudahkah kita menjadi teman yang baik untuk sobat-sobat kita
sumber dari : Majalah AsSunah terbitan Lajnah AsSunah, Solo


11 komentar:

  1. Aku ikhlas kok....
    Mei IDUL ADHA 1429 H ya..??

    Smoga di Id kali ini semakin mempererat dan mengikhlaskakn kita untuk saling mengunjungi...
    HAPPY BLOGGING

    BalasHapus
  2. intinya banyakin temen aj..jangan musuh heheheh

    met idul adha ya bun..

    dan salam kenal balik :)

    BalasHapus
  3. met hari raya idul adha ya bun hari ini bayak terjadi pembunuhan besar2an ya bun, he3

    BalasHapus
  4. untuk
    1. mas ifoel, makasih dan bunda ucapkan selamat idul adha. jangan lupa bunda dikirimi satenya yah..hehe becanda
    2. unieq, bunda juga ucapkan selamat iedul adha. kurban sapi ya unieq?
    rajin-rajin datang ke rumah bunda ya
    3. mas didiet maturnuwun sudah mau mampir di rumah bunda. jangan sungkan-sungkan silakan minum dulu

    BalasHapus
  5. bunda...itu gambar bonekanya kok ada 4 ya?he..he...btw,met sore juga bun...mogs keadaan bunda sehat selalu..

    BalasHapus
  6. maturnuwun jeng udah mampir ke pondok bunda. hehe bonekanya empat kan kalo sendirian jadinya ngga sahabatan gitu lo jeng

    BalasHapus
  7. Maaf bunda, saya telat ngucapain : MEt IDUL ADHA 1429 H.. Salam kenal ya Bunda.. .

    BalasHapus
  8. Salam dari saya dari Malaysia

    BalasHapus
  9. waduh bunda artikel yang sangat berbobot.. namun sangat berat tuk sy jalanin.. mmm.. mohon bingbingan-nya saja bunda..

    @ sekedar curhat.. skrng ini sy pun sedang di tikam dari belakang oleh teman sy bunda.. urusan bisnis sih.. tapi dari pd memikirkan teman ku itu saya kepingin ikhlas bunda..

    BalasHapus
  10. makasih udah ngingetin untuk menjalani hidup ini dengan ikhlas :)

    BalasHapus
  11. @ andi8lumut : salam kenal kembali. silakan jangan sungkan2 mampir ke pondok bunda terus ya. salam

    @~pakKaramu~ : I hope you enjoy visiting my "house". sila mampir kembali. salam

    @jaloe : sabar dan ikhlas. Semoga Allah memberikan ganti yang lebih baik untuk kang Jaloe yang sudah ikhlas dan sabar. salam hangat dari Bunda. semangat terus ya kang Jaloe

    @ Retrira : makasih kembali. sebab setiap diri kita wajib untuk saling mengingatkan dalam berbuat kebaikan . salam hangat dari bunda

    BalasHapus

sobat Bunda semua, terimakasih sudah bersedia meninggalkan komentar. Mau nyampein kritik juga boleh... Monggo tak perlu ragu-ragu.
Jika ada kekeliruan, mohon dimaafkan yaaa