Ngantor dan Berbisnis

Photobucket

8.05.2009

Mengatur Pola Makan Probiotik, Kurangi Risiko Alergi

Bunda terhenyak saat membaca fakta, dalam tempo tak kurang dari 10 tahun terakhir, angka penderita alergi terus meningkat. Dalam event yang dibuat salahsatu produksi susu formula di Jakarta awal Agustus ini, alergi terhadap makanan meningkat sampai 500%..wow laju kenaikan yang sangat signifikan.
Begitu juga angka alergi yang berakibat pada kulit eksim meningkat sampai 17%, pada anak-anak usia 0-5 tahun.
Setelah ditelusuri, ternyata biang kerok dari masalah alergi ini makin banyak pemicunya. Kalau sebelumnya penyebab alergi lebih banyak akibat faktor keturunan dan makanan. Maka kini alergi akibat dari makanan cenderung makin parah.
Alergi itu sendiri sebenarnya merupakan reaksi kekebalan tubuh yang berubah dari normal dan menimbulkan gejala yang tidak nyaman. Misalnya : jadi sesak napas, kulit gatal-gatal sampai eksim, sampai gangguan pada mata.
Ada cara jitu yag bisa dilakukan untuk menghindari alergi makanan, terutama untuk anak-anak yang masih bayi dan balita.
Pertama, menguatkan usus pencernaannya dengan memberikan probiotik.
Kedua, memberikan ASI eksklusif, yaitu memberi hanya ASI saja sampai bayi berumur 6 bulan --hehe pas bener .. awal Agustus ini merupakan pekan ASI sedunia.
Ketiga, mengatur menu makanan tambahan untuk anak MP-ASI
Keempat, meningkatkan asupan Omega-3 yang mengandung asam lemak dan vitamin D.
Pakar probotik dan alergi dari Australia, Prof. Peter Kenneth Smith MBBS BmedSci FRACP PhD, bilang kalau anak yang belum berumur setahun kalau tidak cukup mendapat ASI perlu diberi asupan yang mengandung formula hipoalergenik yang disertai probiotik. Tujuannya suaya risiko alerginya berkurang, gitu lho!
Probiotik yang paling awal diterima anak manusia adalah melalui ASI. Dari hasil penelitian terbukti memang ASI yang terdiri dari colostrum, foremilk dan hindmilk merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dari kelangsungan tumbuhkembang maksimal seorang anak manusia. Kekebalan tubuh alamiah terbentuk pertama kali dari pemberian ASI eksklusif.
Nah, probiotik itu sendiri sebetulnya merupakan bakteri hidup yang bisa diperoleh dari asupan makanan sehari-hari. Antara lain dari yogurt. Jenis bahan makanan lain yang juga bisa diandalkan sebagai sumber probiotik misalnya : pisang.
kesimpulannya : ASI dan mengatur pola makan yang probiotik bisa menurunkan angka alergi.

4 komentar:

  1. Bunda,,,kemana aja jarang kliatan
    thanks sharingnya ya bund

    BalasHapus
  2. Bunda...
    kemana aja jarang kliatan?
    (loh kok komennya sama ama itik hehe)

    emang ASI itu bgs Bun..makanya yg dikasih ASI oleh ibunya pasti akan jarang terkena penyakit
    siip BUn...

    BalasHapus
  3. Bunda...
    Sudah muncul lagi yaa....

    Info yang bermanfaat

    BalasHapus
  4. Saya juga sering alergi,trutama sehabis makan makanan laut

    BalasHapus

sobat Bunda semua, terimakasih sudah bersedia meninggalkan komentar. Mau nyampein kritik juga boleh... Monggo tak perlu ragu-ragu.
Jika ada kekeliruan, mohon dimaafkan yaaa