Ngantor dan Berbisnis

Photobucket

10.30.2008

Belajar Memaafkan

Rasanya setiap kita pernah merasakan marah dan luka hati. Akibatnya saat hati terluka sulit bagi kita untuk bisa memaafkan orang yang sudah membuat kita sakit hati. Kalaupun disuruh untuk meminta maaf atau memaafkan, boro-boro menerima. Kita mungkin saja bisa marah jika ada orang yang menyuruh kita memaafkan orang yang sudah menyakiti perasaan kita. "Hmmh enak saja suruh memaafkan...perasaan nih!," begitu mungkin dalam hati.
Yang ditekankan dalam hal ini adalah kata "belajar". Penyebab kita tak bisa atau tak mudah memaafkan adalah karena kemarahan sudah begitu mendalam merasuk ke pikiran, dan bagaikan air mencari tempat yang lebih rendah untuk terus mengalir jauh, demikian pula halnya pikiran mengikuti alurnya dengan mudah dan membuat alur baru dimana perasaan tak lagi bisa digambarkan. "Sudah sampai ke ubun-ubun", gitu barangkali istilahnya.
Memaafkan itu menyangkut perasaan. Tapi sampai berapa lama kita mau terus dipermainkan perasaan ini. Bukan jadi manusia yang produktif, malah bisa-bisa kita jadi orang pendendam. Ujung-ujungnya sulit bergaul dan tak mudah bisa bekerja baik dengan orang lain dimana saja, kapan saja coca cola...eh ....Kalau guru ngaji saya sih bilang jadinya bawaan kita suka "suuzon" sama orang. Nah, tuh...jadinya jatuhnya dosa khan ya.
Kita seringkali berpikir bahwa memaafkan memang tugas moral yang harus dilakukan atau sebagai ciri kematangan pribadi seseorang. Bisa jadi kedua-duanya memang benar, jika Anda tidak pernah merasakan pengalaman memaafkan, anda memang tak akan bisa meraih apa yang dimaksud.
Belajar untuk membuat sebuah ruang baru bagi perasaan Anda adalah kuncinya. Sekali lagi, langkah untuk menjalankannya bukanlah hal yang mustahil. Belajarlah memaafkan siapapun yang pernah menyakiti Anda dengan mengikuti beberapa tip berikut ini :
* Niatkan dengan ikhlas untuk memaafkan, meskipun perasaan Anda masih merasa berdarah-darah (ibaratnya...)
* Niatkan untuk membuat lembaran baru didalam perasaan Anda dan melupakan yang sudah berlalu meski rasanya masih tersakiti.
* Buang jauh-jauh rasa sakit hati, mulai mengisi jiwa dengan perasaan berbunga-bunga, damai dan tarik wajah Anda dengan senyuman. Akan lain lho rasanya...coba deh kalo ga percaya
* Pengalaman merasakan luka hati yang mendalam disertai kemarahan tak apa, asalkan selalu bisikkan di hati Anda "Ini bukan saya! Saya tidak mau seperti ini terus-terusan."
* Tetap berjuang mengubur luka lama dengan niat "It's a new me!".
* Menjadi pemaaf bukan berarti Anda kalah. Justru malah dapat pahala dan panjang umur...kan kata nenek kalo cepet marah dan tidak menjadi orang pemaaf bisa cepet tua kayak nenek...ih amit-amit yakh! biarkan rasa sakit danluka dihati memperkaya batin sebagai cara untuk menatap masa depan yang lebih baik.
So...yuk mulai sekarang kita belajar jadi orang yang pemaaf..bukan menjadi pemarah dan pendendam. Serem nih...lihat di tayangan teve orang berantem melulu...gara-gara hal kecil ujung-ujungnya pake bunuh-bunuhan. audzu billah
Dari Buku "Peace is The Way" Karya Deepak Chopra (Three Rivers Press, 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

sobat Bunda semua, terimakasih sudah bersedia meninggalkan komentar. Mau nyampein kritik juga boleh... Monggo tak perlu ragu-ragu.
Jika ada kekeliruan, mohon dimaafkan yaaa