Ngantor dan Berbisnis

Photobucket

11.18.2008

Kajian Mengenal Diri

Sejak lama bersama beberapa teman belajar "mengaji" pada Ustadz Aqib. Mengaji bukan hanya sekadar membaca Al Quran, melainkan lebih banyak mengkaji bacaan secara lebih mendalam dan porosnya lebih untuk "mengenal diri". Masih gak mudheng? Yah sejak awal saya sendiri cukup sulit untuk mampu memahami apa yang dimaksud dengan kajian diri. namun setelah berjalan beberapa tahun ...ooo baru ngerti apa yang dimaksud dengan Kajian Mengenal Diri.
Bahwa pada hakekatnya manusia itu diciptakan sebagai DIRI yang satu (secara genus) yang akan kembali kepada Allah yang menciptakan DIRI sebagaimana adanya. Tapi ternyata si DIRI ini memiliki dua sisi yaitu sebagai DIRI yang asli dan DIRI yang palsu. Lho kok bisa begitu? Saya ini disebut diri yang ASLI, sebab saya adalah ciptaan ALLAH yang masih fitrah dan berbaju takwa sehingga selalu mengikuti apa perintah Allah. Karena itulah memang tugas DIRI sebagai khalifah di muka bumi. Namun di sisi yang lain DIRI ini juga karena sudah bersinggungan dengan dunia luar dalam artian sudah terkontaminasi oleh berbagai nafsu negatif kemudian berubahlah si DIRI yang asli ini menjadi DIRI yang palsu.
DIRI yang palsu berlindung dibalik berbagai topeng kehidupan. Semuanya berdimensi duniawi dengan berbagai pretensi untuk bisa "bertahan hidup" dalam kancah kehidupan yang keras penuh persaingan dan segala seuatu yang semuanya serba menjanjikan kenikmatan (dunia).
Itulah yang membuat DIRI kemudian dengan begitu mudahnya bertopengkan kepalsuan dengan berbagai label : pejabat, isteri pejabat, Ketua Partai A,B ...pengusaha apa saja deh...pokoknya semua DIRI kini sudah bukan yang asli. Karena semua bermuatan berbagai kepentingan. Atas nama kenikmatan duniawi, DIRI yang asli dengan tidak malu-malu menggadaikan DIRI dengan kepalsuan. Sebab saat bersinggungan satu sama lain, saat bergaul satu sama lain sama-sama semuanya membawa-bawa DIRI yang palsu. Atribut DIRI yang asli pada jaman sekarang jika dibawakan sebagai DIRI yang asli bener-beneran...wah bisa gak kepake...bisa dipandang aneh. Meski manusia dengan DIRI yang asli inilah yang selalu menjaga bahwa DIRI nya adalah amanah dari Allah, sehingga kemanapun pergi sudah sepatutnya sekadar menjaga kepatuhan hanya kepadaNya. Bukan apa-apa. Pasalnya saat sewaktu-waktu dipanggil kembali oleh sang Pemilik, DIRI yang asli selalu siap mengembalikan amanah itu kepada sang Pemilik DIRInya.
DIRI yang asli tak pernah takut jika suatu saat hartanya habis akibat kebangkrutan atau resesi ekonomi. DIRI yang asli tak pernah khawatir jika suatu saat harus turun jabatan. DIRI yang asli tak pernah sedih jika suatu saat harus pensiun. Mengapa demikian. Sebab DIRI yang asli selama menjalankan pekerjaan selalu meniatkan diri menjalankan amanahNya, sebagai wakilNya di muka bumi ini. Lha wong bukan atasannya kok yang ngasih makan...bukan rekanannya kok yang menjamin dia tetep bisa menjalankan hidup ini. Semua berada dalam jaminan Allah alias Amantubillah.
Tak terasa dua jam sudah berlalu dan sesi tanya jawab belum usai sebab banyak yang ga mudheng....
Kajian ini membahas QS Al Mukminun ayat 12, QS 4 : 1, QS 57 : 20; QS 26 : 88-90.
Ditutup dengan Nasihat : Bukan Harta dan bukan anak-anakmu yang membuatmu dapat kembali kepada Allah, melainkan qalbun salim ---yaitu diri yang ASLI.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

sobat Bunda semua, terimakasih sudah bersedia meninggalkan komentar. Mau nyampein kritik juga boleh... Monggo tak perlu ragu-ragu.
Jika ada kekeliruan, mohon dimaafkan yaaa