Ngantor dan Berbisnis

Photobucket

11.18.2008

Labbaik Allahumma Labaik

Tak kurang dari 210 ribu jemaah haji asal Indonesia akan berkumpul di Padang Arafah pada 10 Zulhijjah Desember mendatang. Dari ritual ibadah haji ini tercermin bahwa saat kita datang di sana bukanlah semata-mata sebagai tamu Allah. Tapi memposisikan diri sebagai hamba Allah yang ASLI. Sebab pada saat berhaji itulah semua jamaah menanggalkan segala atribut keduniawian. Tak peduli Anda pejabat yang dihormati di tempat asal yang datang sebagai tamu VVIP, ataukah sampeyan datang sebagai hamba Allah yang hanya naik pesawat kelas ekonomi dan pemondokan yang apa adanya, tanpa AC cuma pakai kipas angin biasa aja.
Pada saat itulah DIRI kita sedang diuji sudah sejauh mana sebenarnya kemampuan kita mengenal DIRI secara yang aslinya. Segala atribut duniawi yang selama ini membawa-bawa DIRI yang palsu, di sana akan teruji dengan sendirinya. Bukankah jika DIRI yang palsu ini tersinggung lalu yang muncul rasa ujub, riya, sombong dan segala tetek bengek yang negatif gitu lah. Ya nggak...(euh gitu tuh....yang kurasakan waktu disana)
Bukan apa-apa sih....jadi kembali ingat beberapa tahun silam saat pergi bersama suami...Sejak berangkat udah diniatkan cangkem alias mulut mesti diplester untuk tidak bicara yang jelek. Mendingan dzikir dan talbiyah aja yang dibaca...sambil berusaha banget untuk ngafalin doa-doa (dasar otak lemot...ngafalin susah banget dan bisanya cuma doa sapujagat itu....tau lah semua juga ya..)
Itu teman bareng serombongan keliatannya "mens" terus aja selama di sana...duh...serem deh. Ntah gimana caranya oleh Ustadzah pembimbing disuruh baca doa apa gitu...alhamdulillah saat menjelang ke Arafah sampai akhir lempar jumroh dia terus bisa ikutann ritual haji sampai tuntas. Ada lagi bapak2 entah dulunya gimana ya...pokoke dadanya banyak tattoo..eh di Arafah teriak-teriak minta pulang...mengenaskan banget....oleh Ustadz pembimbing terus disuruh baca doa dari Al Quran...syukurlah akhirnya bisa lempar jumroh sendiri gak perlu diwakilkan.
Misoa eh..suamiku...entah kenapa...lagi mau shalat Isya ngadadak nyeletuk ...Bunda kok dari tadi gak liat tampang orang Cina yah...apa ga ada Cina yang berhaji gituH...Ih Si Abah bicara sembarangan gitu. Apa yang terjadi? Saat kami bersiap shalat shubuh masuk dari Babussalam....di deretan saf pas depan kami persis sudah duduk berderet jamaah haji asal Cina dengan pakaian dan topinya yang khas....Subhanallah....saya sampai menitik air mata mengingat kebesaran Allah dengan menunjukkan bukti-bukti...duuuh makanya jangan suka asal nyeplos deh. Untung aja si Abah ga ngomong yang lebih fatal dari itu...ih kalo inget ...jadi terus sering-sering istigfar.
Adinda ku juga trus bilang...Teteh bilang katanya kalo sholat di Masjidil Harom mah suka ada aja saat nyolatin jenazah...ah apa iya sih. Tak percaya sama omongan diriku. Nah pas sholat shubuh ternyata saat dia baru saja mau duduk di arah Multazam...gak taunya berturut-turut ada dua jenazah diusung melewati dirinya. "Nah lo dek...makanya ..." Besoknya kejadian begitu lagi kepada dirinya Nah, dari situ dia baru percaya ...kita biarpun hanya sedikit saja merasa ada "ujub" karena nggak percaya atau apalah namanya...ternyata di tanah Haram dibuktikan semua oleh Allah dengan kuasaNya. Tahukah Anda...saat saya menyempatkan diri menatap ke arah langit...burung-burung yang beterbangan ternyata bergeraknya berputar seperti lautan manusia yang sedang ikut thawaf lho....
Ya Allah....labbaik Allahumma Labaik Labaik ka syarikalaka labaik
Sebagai Kajian DIRI : Tidak ada syarikat di sisi Allah . Allah Esa dan tidak ada sekutu baginya dan kita dilarang mempersekutukannya dengan apapun. Namun sebagai sesama manusia kita dianjurkan untuk bersyarikat...bersilaturahmi...bersekutu..dalam menjaga DIRI sebagai amanah dariNya.



3 komentar:

sobat Bunda semua, terimakasih sudah bersedia meninggalkan komentar. Mau nyampein kritik juga boleh... Monggo tak perlu ragu-ragu.
Jika ada kekeliruan, mohon dimaafkan yaaa